Menghindari tilang polisi di jogja Januari 3, 2008
Posted by vetamandra in Veta banget.Tags: lalu lintas, razia, tips, tulisan ra nggenah
trackback
Syarat utama untuk menghindari tilang adalah
- Bawalah perlengkapan lengkap seperti, SIM, STNK, Helm Standart
- Perlengkapi atribut kendaraan anda, seperti spion, nggak harus dua, satu saja cukup
Bila Anda telah memenuhi persyaratan di atas, dijamin pasti bebas tilang. Tapi, bila kebetulan anda tidak memenuhi salah satu persyaratan diatas, contoh lupa bawa SIM, STNK, belum memperpanjang masa berlaku kendaraan. Berikut ada tips agar tetap nyaman saat ada razia (tilang):
- Jalanlah pelan-pelan, selain agar selamat juga untuk memperhatikan keadaan disekitar. Biasanya kalau ada razia, selalu ada polisi yang berjaga-jaga di tikungan pertama sebelum ada razia, dengan maksud mencegah para pelanggar untuk menghindari razia.
- Patuhilah rambu-rambu lalu lintas. Bila terbiasa melanggar rambu-rambu, kali ini patuhilah selama perlengkapan anda kurang. Kenapa? lihat saja melanggar lampu merah , kemudian anda dikejar Polisi, dan ternyata anda tidak membawa SIM, dan Helm anda bukan standar. Kira kira anda akan membayar, melanggar marka Rp 10.000 + melanggar lampu merah Rp. 20.000+ tidak membawa SIM Rp. 20.000 + Tidak memakai helm standar Rp 15.000, sehingga total membayar Rp 65.000
Jika masih saja anda terkena tilang, tips berikut bisa dipakai :
- Jika anda melanggar lampu merah, kemudian dikejar, anda perlu mempraktekkan langkah berikut, baca nama polisi misal namanya SUGIYO. Lalu SOk Akrab, halo pak Sugiyo, GImana kabarnya? Polisi tersebut akan kaget, lalu menjawab pertanyaan anda dan bla..bla..bla.. Ngobrollah selancar mungkin.. Niscaya anda akan dilepaskan (sudah terbukti)
- JIka anda terkena Razia, lihatlah polisi yang agak jauh didepan anda (tapi masih terlihat nama-nya), lalu ulangi langkah seperti yang ada di butir 1 (sudah terbukti)
Semoga tips-tips diatas bisa membantu, tapi yang terpenting adalah lengkapi peralatan kendaraan anda, surat-surat anda. Karena keselamatan milik anda sendiri














Veta keliatannya fasih banget dg dunia tilang-menilang.. Eniwei, sering ditilang ya?
sering menghindari tilang lebih tepatnya
mosok mung 65 rebu, denger2 sekali ketilang minimal 80 rebu jeh??
trik sok kenal tidak bisa di terapkan pada menerobos lampu merah,.. karena biasanya berhadapan langsung dan tidak ada orang lain di sekitar kita,… trik itu biasanya berhasil pada saat tilangan bersama .. di yogya kan model tilangannya semua motor di arahkan menuju ke parkiran atau halaman yg luas.. nah disitu baru bisa trik itu di terapkan kan… itu pun kita tidak bisa menyapa polisi yg persis ada di depan kita.. sapalah polisi yg yg ada agak jauh dari kita yg sedang memeriksa motor lain… nah itu baru manjur.. karena polisi itu akan tengsin di depan orang banyak kl disapa orang yg seolah2 kenal tapi dia lupa.. pasti dia akan sok pura2 inget jg .. hehehehehe .. itu sudah sering di terapkan oleh saya dan bapakmu wkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkw
kalo udah liat polisi jaga di tikungan pertama aku ada tips juga:
jangan gugup, tenang aja cari watung, toko atau tukang bensin untuk bisa jadi tempat benernti, tips lain kalo ada operasi segera laporkan di kron, oh iya, kalo di daerah2 luar jogja (seperti ditempatku) sepion satu kena semprint juga lho
Syarat utama nomer 3 ya bawa uang aja..
semoga polisi gak mbaca artikelnya MAS VETA ! hahaha…
Lha, kalo saya kan repot juga…logat saya sunda abis ;))
tadi pagi kebetulan aku kena tilang, gara2 masuk jalur kanan *biar bisa nyampe barisan depan pada saat lampu merah, heheh :D*..
kbetulan aku teringat, info dari temen, klo kena tilang minta bukti penilangan yang warna BIRU, JANGAN yang MERAH…
yang MERAH, urusannya disidang dan ke kantor polisi, biasanya nominal nya LEBIH BESAR daripada yang BIRU (gak tau knapa). Tetapi yang jelas, urusan nya lebih lama dan ruwet, bisa di oper sana-sini..
sedangkan yang BIRU berarti kita mengaku salah, dan membayar denda di Bank BRI.. besar nya denda, urusan Polisi, gak tau bisa nawar ato ngga. Tapi yang ini relatif cepet.. janjian aja ama polisi yg nilang kapan SIMnya mo diambil, pastikan si polisi gak kmana2, klo ngga ya bisa2 urusan ngambil SIM mesti di kantor polisi.. ribet dah..
alhasil..
setelah bayar tilang ke BRI, langsung ketemu ama polisi yg nilang, lsg kembli lagi deh SIM aku.. urusan gituan gak nyampe setengah jam..
*alhamdulillah..*
okeh..
semoga berguna..
Hebat euy tipsnya…
Kayaknya memang polisi dimana2 sama..,cari cara buat balikin modal…haaa3