jump to navigation

Ngarak Ompak II Januari 30, 2011

Posted by wednesmandra in Bantul, Lingkungan, Yogyakarta.
Tags: , , , , , , ,
4 comments

Pada tanggal 30 Januari 2011, diadakanlah sebuah acara budaya untuk memperingati kejayaan Kerajaan Mataram Islam jaman dahulu, serta untuk memberikan apresiasi seni budaya kepada masyarakat setempat. Bertempat di Kerto, Pleret, Bantul karena di sini pernah berdiri Kraton Kerajaan Mataram Islam. Kegiatan ini adalah Ngarak Ompak ‘Istimewa’. Ompak adalah pondasi tiang. Bukan Ompak Kraton beneran yang diarak di sini, tapi replikanya. Sebelumnya pernah juga diadakan acara seperti ini. Diadakan oleh Kelompok Masyarakat Budaya Swadesi FM1079. Bisa dibaca di sini tentang ngarak ompak sebelumnya.

Berikut Dokumentasinya:

(lebih…)

Iklan

Death Adalah Kaos, Kaos Tetaplah Kaos Januari 9, 2011

Posted by wednesmandra in Bogi banget, curahan ekspresi, karya seni, nyablon.
Tags: , , , ,
add a comment

Jadi, pada hari Minggu, 9 Januari 2011. Saya dimintai tolong lagi untuk menyablonken kaosnya teman saya. Kali ini si Paw dan si Wisnu. Dua orang ini penyuka musik. Kaos apakah itu, mari kita lihat. (lebih…)

Menapakkan Kaki di Bronggang November 17, 2010

Posted by wednesmandra in Kuliah, Lingkungan, Yogyakarta.
2 comments

Selasa, 16 November 2010, sebuah hari yang tidak begitu luar biasa tetapi menjadi hari yang memberikan kenangan bagi saya. Hari itu saya merayakan Idul Adha, walau hari resmi versi pemerintah ditetapkan tanggal 17 November, saya tidak tau mengapa saya merayakan hari itu, saya ikut emak saya ­čśÇ hahaha

Saya (Wednes) diajak Pak-e saya pergi jalan jalan (walau sebenarnya ada kuliah masuk pagi) tetapi saya memilih untuk kuliah di luar bersama Pak-e. Come on, everything is knowledge, belajar tak hanya di dalam ruang kelas dan mengikuti adat istiadat formal yang turun temurun. Oke spot pertama kami lakukan di Kepatihan untuk menghadiri undangan agar turut serta menjadi saksi penyerahan bantuan sejumlah 2000 radio transistor bagi pengungsi bencana merapi. Bantuan ini diprakarsai oleh Wilmar Foundation yang bekerja sama dengan KPID Yogyakarta. Bantuan ini secara resmi diserahkan kepada Sri Sultan, akan tetapi saat itu Bapak Sri Sultan berhalangan hadir jadi diwakili oleh perwakilannya. Bantuan berupa 2000 radio transistor ini bertujuan agar para korban bencana merapi mendapatkan info yang tidak menyesatkan, semangat mereka tergugah, dan mereka terhibur karena akan disertakan beberapa acara hiburan. Tanggal 14 November 2010 juga telah diluncurkan Radio Tanggap Merapi untuk menyiarkan perkembangan situasi Gunung Merapi. Sebenarnya betul juga kata Pak-e, peluncuran Radio Tanggap Merapi ini lumayan telat, karena akankah lebih baik jika diudarakan sejak status merapi dinyatakan membahayakan, karena media radio seperti ini cukup berguna untuk memberikan info dan mengajak warga ke tempat yang aman dari ancaman awan panas serta luncuran lahar.

Kunjungan selanjutnya adalah ke Stadion Maguwoharjo (walau sebelumnya telah melewati beberapa tempat  posko terkait bencana merapi), Pengungsi di Maguwo nampaknya telah berkurang, beberapa warga telah kembali ke rumahnya, saat itu saya mendengar suara afgan menyanyi, saya kita ada artis menghibur para anak kecil yang mengungsi, eh setelah saya tengok ternyata dia berbaju camo tentara dan berpangkat kopral, dalam benak saya terpikir, mungkin dia dulu bercita cita jadi penyanyi tetapi dilarang oleh orang tuanya, suruh masuk militer, Cita cita terlarang..

Beberapa kegiatan di atas tidak sempat didokumentasikan karena kami tidak sadar kamera. Kunjungan terakhir berada di tempat Pak Wiyadi Cobra, seorang master keyboard piano, liukan tangannya bagaikan ular kobra yang sedang memangsa buruannya, kegesitan mengaransemen lagunya bagaikan tarian kobra! Rumah Pak Wiyadi berada pada 15 Km dari puncak merapi, dan di tempat beliau saya hanya  menonton saja karena Pak-e yang berkeperluan dengan beliau. Selanjutnya kami diajak ke sebuah desa yang terkena uap panas berasal dari Kali Gendol karena meluncurlah lahar yang sangat panas dari puncak Merapi melalui Kali Gendol. Desa ini bernama Bronggang (bukan Brogah seperti yang selama ini diberitakan TVSATU!!!). Akses masuk desa ditutup dan dijaga oleh beberapa relawan yang berasal dari desa tersebut. Tetapi, karena kami bersama Pak Cobra, maka kami diperbolehkan masuk, sungguh berjasa sekali kau Pak Cobra.

berikut dokumentasinya (lebih…)

Pantai Goa Cemara Beach Oktober 25, 2010

Posted by wednesmandra in Bantul, Bogi banget, Lingkungan.
Tags: , , , , , ,
10 comments

Pada hari minggu tanggal 24 Oktober 2010, saya sebut itu hari minggu yang kelam karena tumpukan harapan-harapan yang memudar dan langit cerah berkonversi menjadi komposisi grayscale disertai prediksi suramnya dan dinginnya cuaca. Siapa yang akan senang dengan keadaan seperti itu, saya pernah belajar sedikit tentang warna, bahwa warna mampu mencerminkan ekspresi sekaligus mampu mempengaruhi ekspresi suatu objek. Nah coba saja sekarang kalian sepadankan perasaan normal kalian dengan cuaca yang sedang terjadi atau dengan warna langit yang sedang terjadi, apakah ketika mendung kalian jadi malas untuk beraktivitas seperti kelamnya warna mendung? apakah ketika cerah kalian sesemangat sinaran matahari? saya sebenarnya cukup mengikuti kebiasaan seperti itu, kecuali untuk Minggu 24 Oktober, saya memilih untuk menantang suramnya hari itu. Saya mengadakan kegiatan observasi ramah lingkungan ke sebuah tempat wisata baru yang bernama Pantai Goa Cemara. Terletak di Patihan selatan sana, berdekatan dengan Pantai Pandansari. Saya bersama partner kerja saya, Gunawan Kipli yang saat itu sibuk mengukur kadar ke-asoy-an tempat wisata tersebut, dan cukup terkumpul beberapa datum yang nantinya dapat kami presentasikan ke tingkat lebih lanjut. Berikut dokumentasinya: (lebih…)

Mesta Mblogger Oktober 12, 2010

Posted by wednesmandra in Bogi banget, curahan ekspresi, Yogyakarta.
Tags: , , , , , ,
4 comments

Pada tanggal 9 Oktober 2010 kemarin, saya datang ke acara Pesta Blogger Jogja yang bertempat di Purna Budaya UGM. Nah apakah pesta blogger itu? semacam ajang bertemunya para aktivis blog atau yang biasa kita sebut blogger. Tetapi Pesta Blogger Jogja kemarin itu tidak hanya mengajak para blogger saja, banyak pecinta internet yang juga diajak untuk berpartisipasi walaupun tidak aktif nge-blog.

Njuk saya datang ke situ, pertamanya ngantri gitu tweeps. Ha penempatan deretan antriannya itu sesuai abjad huruf pertama dari nama kita tweeps,  cukup lama mengantri jika saja sambil mengantri itu ada hiburan seperti panggung dangdut gitu pasti tidak garing tweeps. Wah asyem jadi ketularan Pesta Blogger di twitter (@pbjogja) twap twip twap twip. Saya dateng ke situ barengan partner in crime saya, berikut fotonya

yeah

Setelah masuk, dan bertemu orang orang, saya rasa cukup ramai. Pada asyik ngobrol, bercanda, makan makan, saling mengasihi, menyayangi, hehehe. OH iya sempat bertemu orang orang hebat yang sebelumnya hanya bisa dilihat via layar monitor saja, yaitu mas gunrock dan mbak alderina. Ternyata aduhai sekali orang orang hebat itu. Oh iya ada mas enthon9 juga yang terkenal ndesonya itu.

Saya sih gak bisa begitu banyak komentar tentang acara ini, karena saya baru pertama ini masuk ke Pesta Blogger. Tetapi Saran saja buat Pesta selanjutnya supaya lebih bisa menarik perhatian khalayak lebih luas, jadi gak hanya kalangan itu itu saja.  Juga diperhatikan segi artistiknya, dari lightningnya, njuk penempatan properti properti. Kalau bisa tuh setiba di Purna Budaya ya kita terasa atmosfir Pesta Blogger-nya, bukan terasa Purna Budaya-nya. Kan bisa lebih menghayati itu tweeps ^^ hehehe. Juga masalah sound, soundnya seperti mengambang saja dan tidak mengena buat para peserta. Jadi ketika seharusnya MC adalah point of interest, di situ malah jadi semacam ajang selingan backsound saja ketika para peserta sedang asyik bercengkrama karena sound yang kurang mantabs tadi. Nah tweeps, cuman itu yang bisa saya jelaskan. Sukses buat Pesta Blogger selanjutnya, perbanyak makanan enaknya :p yeahs. SALAM JAYA!!