jump to navigation

Bon Jovi, Yngwee, Boy, Ci-chan November 10, 2007

Posted by vetamandra in hewan, tulisan ra nggenah, Veta banget.
trackback

Lagi enak-enaknya tidur, tiba-tiba terdengar suara meong…meong di atas eternit, rupanya Ci-Chan sedang belajar memanjat dan tidak bisa turun. Setelah diturunin, langsung Ci-chan dikasih luar lagi, eh dia naik ke eternit lagi. dan meong…meong lagi, seakan-akan minta diturunin. Ya udah diturunin lagi, naik ke atas meja belajar yang diatasnya tidak dipasangin eternit. Sambar Ci-Chan, dikeluarin lagi. Belum ada 15 menit Ci-Chan udah mengeong-eong lagi. Terjebak di antara diturunkan atau tidak. Akhirnya saya mengambil keputusan tidak diturunkan. Mau ngeong-ngeong sampai pagi. Monggo!!

Menurut Pakdhe Skinner, Om Thorndike, dan simbah Pavlov, dan tak lupa teman-temannya “Bila perilaku diikuti oleh respon yang dikehendaki maka perilaku tersebut cenderung diulang” Jadi kalau Ci-Chan tak turunin, pasti diulang lagi, pasti dia akan naik lagi.

Ngomong-omong  soal Ci-Chan, sebenernya ci-Chan masih saudaraan dengan si Boy (satu Ibu, kalau bapaknya nggak tahu).

Kucing datang dan pergi 

Di rumah Sanden, entah kenapa kucing-kucing begitu cepat datang dan begitu cepat pergi.  Saya sudah lupa sih, yang masih inget tuh, sebelum si Boy dateng, dulu ada kucing lainnya. Kucing lainnya pergi Si boy dateng. dari mulai kecil sampai rada gedhe. Terus Ibu-nya Boy sering datang dalam keadaan hamil tua. Ya karena Istri saya penyayang kucing, pas malem sebelum melahirkan, Ibu-nya Boy dikasih fasilitas, kerdus dan lain-lain (jangan tanya manggil bidan enggak?). Lalu lahirlah 3 kucing yang kecil-kecil. Setelah lahir, si Boy mulai jarang pulang. Smapai akhirnya tidak pulang sama sekali. Dari tiga anak kucing tadi Ci-Chan lah yang paling bodoh. “kucing bodoh” panggilan dari saya untuk Ci-Chan. Kenapa bodoh? setiap kali Ci-Chan naik genting, pasti nggak bisa turun.

3 Anak Kucing

Setelah udah bisa ditinggal, 3 anak kucing tadi ditinggal oleh Ibu-nya, la selain Ci-Chan yang Bodoh, ada satu kucing lagi yang suka nyemplung sumur (saya lupa namanya), dan mitos yang dianut di tumah, setiap habis nyemplung sumur pasti kucingnya langsung pergi. dan benar setelah beberapa hari 3 kucing minus Ci-Chan (jadinya 2 kucing) hilang entah kemana. kadang saya jengkel, setelah udah gedhe kok mesti ilang. Piye Tho??

Kucing

Saya oertama kali memelihara kucing waktu SD, dulu saya minta kucing di tempat saudara simbah yang rumahnya di Mantup. Kucingnya tak namain Bon Jovi. Waktu dulu Bon Jovi menjadi koraban percobaan saya, ditabrakin pake tamiya, di pilox tubuhnya, dan masih banyak lagi percobaan-percobaan lainnya. Setelah pindah rumah, saya kehilangan kontak dengan Bon Jovi

Yngwee, saya namakan seperti itu karena warnanya kuning (hubungannya apa yah?) Yellow, Kuning disingkat jadi Yngwee. Yngwee pintar gitar lo! hanya bertahan beberapa bulan, karena suka buang kotoran seenaknya, dan jadi musuh rumah, akhirnya Yngwee dibuan

Iklan

Komentar»

1. Andri Setiawan - November 10, 2007

kucing-kucing, mesakke temen nasibmu

2. abah oryza - November 11, 2007

aku benci kucing, soalnya pas gw lagi laper mo makan pake ikan, eh di sambar si meong, huk sebel

3. iorme - November 11, 2007

gak di tangerang gak di bantul kok ya kucing maneh kucing maneh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: