jump to navigation

Liga Dagelan Indonesia November 12, 2007

Posted by vetamandra in tulisan ra nggenah, Veta banget.
trackback

Lagi-lagi dagelan di dunia persepakbolaan Indonesia. Setelah-tentu saja-kekerashatian ketum PSSI yang merasa nyaman duduk di kursinya, walaupun digoyang sana-sini. Dagelan kembali terjadi di persepakbolaan Indonesia. Kali ini dagelan dimainkan Wasit Daryono yang berperan sebagai sutradara, sedangkan pemainnya (tentukan sendiri mana yang antagonis dan protagonist) adalah PSIM Yogyakarta, dan Persiter. Panggung dagelan mengambil Stadiun Mandala Krida, dan penontonnya ada 2, yang menyaksikan langsung dan yang menyaksikan di rumah melalui siaran TV.

Saat babak pertama, PSIM menguasai pertandingan, peluang pun banyak dimiliki PSIM, Cuma factor keberuntungan, tekanan mental, dan kualitas pemain yang menyebabkan gol tidak terjadi, dan juga kehandalan kiper Persiter. Memasuki babak kedua giliran Persiter menekan PSIM, dan kali ini giliran kiper PSIM Prasetyo Sugiyantoro yang beraksi.

Penalti itu datang

Wasit memberi penalti saat abda ali dan pemain persiter (gak tahu namanya), jepit-jepitan kaki. Pengamatan saya bukan penalty, soalnya bola sudah jauh dari kedua pemain yang jepit-jepitan kaki tadi. Tapi wasit berpendapat lain. Priittttt, penalty pun diberikan kepada Persiter, sontak pemain PSIM pun protes kepada wasit, karena merasa tidak melakukan pelanggaran. Sempat mogok sebentar di pinggir lapangan, sebelum akhirnya kembali lagi ke tengah lapangan. Kiper PSIM melakukan aksi tidak mau menjaga gawang mutung euy. Tapi akhirnya dia kembali lagi dan …..Golllllll la iyalah penalty.

Wasit yang tidak Tegas

Setelah penalty tadi, permainan mulai memanas beberapa penonton saya nggak nyebut nama organisasi lo mulai akan memasuki lapangan, tapi berhasil dikendalikan. Berkali kali para pemain melakukan pelanggaran keras, seperti meninju pemain lain, tackle from behind, melanggar kiper tapi tak satupun yang berujung kartu, bahkan peringatan. Wasitnya bernama Daryono, bila dibandingkan dengan Jimmy Napitulu Yang memimpin PSIM lawan Persmin masih jauh kualitasnya. Mentalnya tidak kuat menghadapi tekanan, baik dari supporter, manajemen tim, bahkan pemain, sampai mengeluarakan kartu saja tidak berani. Puncak kekecewaan saya dan mungkin penjunjung fairplay dimanapun berada saat injury time yang panjangnya 15 menit, terlepas, waktu yang dihentikan saat kisruh penalty tadi, injury time segitu sangatlah panjang, bahkan memecahkan rekor. Yang jelas sanksi dari Komisi Wasit pasti sudah menunggu santai pak paling Cuma berapa bulan.

Rekor MURI

Injury time 15 menit, bahkan mungkin lebih jika saja PSIM tidak berhasil menyamakan kedudukan, mungkin Persiter berpikir, udah kita kasih gol saja udah mau malem nih, nanti gak dapet tiket balik ke Ternate mungkin washit daryono berpikir kok gak gol-gol nih, udah 15 menit jeh, nanti kalau kelamaan bisa kemalaman, ayo to gek bikin gol, udah ditunggu istri di rumah. PSIM mungkin berpikir santai saja, wasitnya ngewangi kita kok, mbok sampai besok kalau kita belum bikin gol pasti belum disemprit, dilamain ajah sapa tahu masuk MURI. Dan saya berpikir ternyata saya tidak berpikir cuman menyesal, hamper tv saya pindah saluran saat psim mencetak gol, tapi istri menolak.

Dan benar saja setelah PSIM mampu menyamakan kedudukan menit ke 105 ingat ini pertandingan biasa, tanpa extra time. Pas pemain Ternate melakukan Kick OFF wasit langsung menyemprit peluitnya Pritttttt. Terdengar suara “Siapa yang suruh lawan PSIM” yang dinyanyikan oleh supporter bodoh, yang tadinya misuh-misuhi wasit saat PSIM kena penalty, pasti saat wasit memberi injury time 15 menit pada berbalik memuja-muja wasit. Memang aneh supporter yang satu ini. Hampir lupa, pas saat injury time 15 menit tadi pemain Ternate berhati-hati sekali saat PSIM memasuki daerah penalty, menjaga jarak, karena kenapa? Sering terjadi pinalti misterii\us jika ada pemain PSIMyang terjatuh di kotak penalty.

Saya orang jogja, saya suka sepakbola, meskipun pendukung persiba, tapi saya juga kadang-kadang selingkuh dengan PSIM dan PSS. Tapi saya kecewa melihat pertandingan tadi jujur saja saya muak melihat pertandingan sepakbola Indonesia. Kenapa harus seperti itu, tanpa bantuan wasit tetap bisa menang asal mainnya bagus, lebih bagus daripada tim yang dibantu wasit, karena apa, saya percaya Tuhan. Gusti Allah ki maha adil, gak miungkin kecurangan akan terus menagn ingat itu. Di negeri ini nilai-nilai kejujuran sudah dilupakan, nilai-nilai kemanusiaan sudah dilupakan. Semua demi mencapai sesutau yang instant, buiat apa sih satu gol, buat apa sih harga seuah kemenangan jika dicapai dengan cara-cara yang tidak pantas.

Ngisin-isini Dab!!!!

sedikit tambahan, dalam lensa olahraga di antv, disebutkan pertandingan terhenti selama 15 menit. dan kemarin saya melihat waktu tambahan 5 menit, seharusnya kalau waktu terhenti 15 menit maka menit ke 120 baru berhenti pertandingan itu. 90+15=105 (dimana injury timenya yang 5 menit?)

Iklan

Komentar»

1. iorme - November 12, 2007

suportere ndeso, wasite ra mutu

benar-benar gak sportif masak ada injury time segitu lamanya, bener2 harus masuk MURI

2. fahroe - November 12, 2007

ada yang kenal orang MURI ga?? Injury Time Terlama …

3. iorme - November 12, 2007

baca kompas tadi sepertinya karena pertandingan sempat terhenti sekitar 10 menit maka yang 10 menit untuk ganti, baru 5 menit sisanya yang loss timenya

???

4. Yan Arief - November 17, 2007

*saya nggak nyebut nama organisasi lo*
Tapi nge-link ke web organisasi itu.. kekekeke

5. vetamandra - November 17, 2007

@yan: lha betul to mas? tidak menyebut nama organisasi 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: