jump to navigation

Tak terasa sudah seminggu November 12, 2007

Posted by vetamandra in Diri Sendiri, tulisan ra nggenah, Veta banget.
trackback

Apa saya merokok ? jawab saya kadang-kadang. Kenapa? ya kalau punya duit ya ngerokok kalau nggak ya nggak, kalau ada yang dimintain ya ngerokok, kalau gak ada ya nggak.

Kapan mulai 

Mulai kenal rokok saat SD, kala itu sifat nakal mulai muncul, bukan untuk unjuk keberanian, tidak ada alasan lain cuma ingin coba-coba. Ada seorang teman yang bilang jika ngerokok La Light yang Mentol (ijo) maka tidak akan bisa ngaceng (ereksi), umur saya waktu itu sekitar lupa, pokoknya kelas 6 SD lah. Di belakang rumah saya coba satu batang La Light ijo, terus tak coba masih bisa ngaceng nggak, ternyata bisa! 😀

Ngerokok bagi saya merupakan suatu musim, ada kalanya kenceng, ada kalanya tidak. sebulan penuh merokok, berhenti setahun.

SMA

Sekolah saya dulu disiplinnya nggak ketulungan, saya nggak suka, maka saya ngerokok, tapi ya diam-diam, kalau ketahuan sekolah ya dihukum. Beberapa teman yang suka merokok lalu mendirikan Mangrove, ya artinya bakau nggak tahu kenapa dinamain bakau, mungkin mirip-mirip dengan mbako (tembakau).

Di Sma satunya, yang isinya wong edan semua, saya tidak merokok. Tapi ya akhirnya merokok juga sih. tapi nggak lama, ada kalanya saya berhenti setahun tidak merokok, tampa kepingin sama sekali.

Ada yang bilang merokok adalah awal dari kecanduan narkoba, itu tidak berlaku bagi saya, saya belum pernah menyentuh drugs, melihat saja belum. Padahal teman sma saya yang edan isinya kayak gitu semua.

Hormat

Selama saya merokok saya menghormati hak orang lain, tidak merokok di dekat anak kecil (terutama anak saya), wanita (terutama istri saya), di kampus merokok di dapur (tempat kumpul mahasiswa karatan, karyawan dan dosen, yang kebanyakan perokok). Di rumah merokok di luar rumah. Saya tidak suka lihat orang kebal-kebul seenaknya, sedang disampingnya ada anak kecil (anaknya). Waktu kecil dulu saya suka lihat pak-e bikin huruf O pake asap rokok (saya kok gak bisa).

Saya menghormati hak orang lain untuk tidak menghirup udara rokok, karan ingin agar anak dan istri saya bebas menghisap udara tanpa rokok.

Mari jangan merokok sembarangan

diinspirasi dari harry yang gak bisa sihir

nek pak-e moco ketahuan neh *takut*

Iklan

Komentar»

1. iorme - November 12, 2007

saya juga gak benci perokok kok, orang seperti mas veta ini yang saya salut, ngrokok tapi tetep menghormati orang lain


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: