jump to navigation

Ditemani Manusia Panggang November 14, 2007

Posted by wednesmandra in Bogi banget.
trackback

Ditulis oleh : Wednes Mandra

Ya..ya.. seharian ini selama beberapa bulan yang lalu, kehidupan saya yang sepi nan kelam menjadi gembira-ria karena ada makhluk Panggang. Bukan berarti orang yang gosong habis dipanggang…karena mereka berasal dari daerah yang namanya emang Panggang di Kabupaten Gunung Kidul sana. Daerahnya beraad di dataran tinggi alais gunung. Di sana ada Kembang Lampir (he bukan nenek Lampir lhoh..) tempat di mana di situ pernah untuk pertapa seseorang yang saya lupa namanya tapi salah satu orang penting juga kok. Terus ada juga pantai Nggesing, yang sekarang baru diperbaiki jalan menuju sana.

Orang orang Panggang ini bukan untuk sebuah keperluan menemui saya. Tapi ada misi yang harus mereka selesaikan. Yatu tukang. Yah tukang bangunan gitu. Yang sedang mereka kerjakan ya menyelesaikan rumah keluarga saya. Mereka masih sangat muda. Sehingga masih rosa.. rosa… Dan juga mudah akrab sama keluarga saya. Kesendirian seorang Wednes pun jadi terobati. Tapi saya malah lebih merasa nyaman bersama orang-orang seperti itu dapipada bersama Intelektual Muda. Lebih ingin mengerti kehidupan mereka mereka ini. Bagaimana mereka bergaul. Personil mereka terdiri dari 4 orang yaitu : Bintarto (kepala suku), Yanto, Edi, Fajar.

Mungkin kadang inspirasi datang tidak hanya dari kejadian kejadian yang spektakular saja, tetapi bisa juga dari hal-hal sepele seperti canda tawa saya bersama anak anak Panggang ini. Dan jangan sepelekan orang kecil jika kamu merasa orang besar. Hargai mereka. Derajat kita semua sama di mata Allah SWT.

Hidup Mbantul….!!!

Iklan

Komentar»

1. purakrisna - November 15, 2007

Lha sing jenenge Pithik kui sopo ??? Ko ra disebut ? Opo pithik tenanan ? lha mbok digoreng jeh… 😀

2. vetamandra - November 15, 2007

pitik ki tukang saya, kalau manusia panggang ki tukange pak-e mas.

3. asepsuherman - November 15, 2007

aku juga dulu pernah kerja di Yogya tahun 2000an, ya jadi administrasi and bendahara proyek gitu. Nah anak buahku kebanyakkan memang orang Panggang. Aku pernah di ajak kesana, emang daerahnya gersang. mereka banyak membikin bak2 besar buat nampung air dikala hujan. Ada kejadian mendebarkan, dimana aku dijodohkan ama Pak Mandor sama anaknya yang waktu itu baru SMA kelas 3, caountik banget tuh cewek. Tapi kenapa aku ndak tertarik ya????

4. vetamandra - November 16, 2007

@asep: menyesal itu datangnya akhir 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: