jump to navigation

Kuasailah Media!!!! November 27, 2007

Posted by vetamandra in Diri Sendiri, keluarga, Veta banget, Yogyakarta.
trackback

Barangsiapa yang mengontrol media, dia mengontrol perilaku manusia-manusia.

Tidak perlu dibuktikan tentang ungkapan di atas, memang begitulah adanya. Ingat, kala Indonesia diperintah Orde Baru, control terhadap media sebegitu hebatnya, pembredelan-pembredelan terhadap surat kabar, atapun media-media yang menyuarakan kekritisannya. Contoh terbaru lihatlah ke Myanmar, saat ratusan bahkan ribuan biksu berunjukrasa, dan bahkan mati. Tidak ada satupun berita ataupun surat kabar yang memuat kabar itu. Yang paling terbaru muncul juga di negara sebelah. Malingsia kata orang. Saat kaum oposisi, etnis India memprotes kebijakan pemerintahan otoriter, Surat kabar yang dikuasai oleh pemerintah tidak memuat berita tentang itu. Bahkan kekejaman yang dialami oleh pehlawan-pahlawan devisa kita tidak ada yang menghiasi halaman Koran-koran malingsia. Yang ada Cuma berita bahwa pekerja Indonesia melakukan kejahatan, menculik bayi, dan kabar negative tentang pekerja Indonesia. Sampai akhirnya kejelekan kabar-kabar yang dihembuskan media malingsia mempengaruhi perilaku maupun persepsi Warga Negara Malingsia. Dalam pikiran mereka, dalam otak mereka hanya berputar-putar pikiran bahwa orang Indonesia, pekerja Indonesia penjahat semua.
Kembali ke negeri sendiri, kembali ke kota saya. Ada satu Koran besar yang ada di situ. Kemudian ada Koran national yang disisipi edisi kota kami. Koran yang asli yogyakarta kurang berani dalam mengungkapkan fakta-fakta yang terjadi, beritanya kurang menggigit. Headline yang diangkat kurang menarik. Tapi tirasnya banyak, karena beritanya yang enak dibaca mayoritas penduduk provinsi ini.
Beberapa minggu lalu, Pak-e menggelar konferensi pers tentang dugaan penyalahgunaan dana di SMA 8, hari berikutnya pasti berita itu dimuat di Koran. Tidak sesuai dugaan berita dimuat dengan redaksi yang sangat berbeda dengan konferensi pers, berat sebelah, dan penuh pembelaan. Hanya satu Koran yang memuat dengan terang-terangan dan blak-blakan yaitu Bernas (ingat Fuad Muhammad Syafruddin). Kemudian ada audiensi dengan DPRD Kota Yogyakarta, seperti biasa hanya Bernas yang memuat beritanya, KR tidak, Jawa Pos Radar Jogja menampilkan preview audiensi. Dan sampai sekarang, kemarin ada Forum Dialog di Sma 8, wartawan sempat diusir oleh siswa, tapi akhirnya diperbolehkan meliut juga. Apakah hari ini akan muncul berita-beritanya?
Perjuangan belum berakhir! Munculnya media alternative seperti Internet dengan Blognya, juga Kronologger dengan microbloggingnya. Berawal dari iseng-iseng googling, pak-e menemukan bahwa dia mempunya teman seperjuangan, alumni SMA 8-mbah google pancen oye-yang dulu dia sempat memperjuangkan haknya, memprotes tentang ketidakjelasan dana-dana, keanehan peraturan (seperti kalau mau masuk kelas ICT harus punya Laptop berpentium IV). Banyak data didapatkan dari dia (maturnuwun mas rommy). Biarlah media mengontrol berita, toh ada blog. Banyak jalan menuju Roma. Dengan sedikit bantuan dari saya-kebo nusu gudhel kata pak-e-mulailah awal dari blognya pak-e http://hendropler.wordpress.com dan kayaknya setelah saya mengintip staitstik blog, baru beberapa hari hitsnya sudah ratusan, gak kayak blog saya beberapa minggu baru ratusan. Dengan blog-nya pak-e langsung mengeluarkan kata-katanya, menulis yang ada di benaknya, menulis tanpa takut ada pengeditan, karena siapa yang mau meng-edit. Benar-benar citizen journalism !!

ada di detik , kr , perhatikan sudut pandang netralitas!!!

Iklan

Komentar»

1. Thomas Arie - November 27, 2007

Wis tulis di blog saja, dan kita blogger rame-rame ikut menyebarluaskan, tentu saja dengan menyebutkan sumber… selama sumber bisa mempertanggungjawabkan, toh sama sekali tidak ada salahnya kan ya….

Ayo, maju terusssssss!! Ora diliput koran yo ben, nyebar neng internet, malah informasine ono terus, sampai kapanpun… arsip e malah isa luwih akeh neng internet…

2. abah oryza - November 28, 2007

citizen jurnalism is now, bukan ntar kalo dah ada domain sendiri, bukan ntar kalo dah punya akses internet sendiri … suarakan sekarang juga jadikan suara baru indonesia dengan blog, MEDIA KONEVENSIONAL SUDAH MATI karena MEDIA SUDAH JADI INDUSTRI, ng-blog bukan cuman nulis, tapi menyuarakan suara-suara yang tak mampu bersuara …

3. iorme - November 30, 2007

setubuh eh setuju, dengan blog apa yang ada dihati apa yang ada diotak bisa tersampaikan ke dunia luas

4. B Setiabudi - Desember 11, 2007

Secara umum saya setuju dengan semua sumbang saran di sini. Saya sendiri berpendapat, kekuatan kita orang Indonesia ada disini. Saya sudah berhenti mengharapkan negara atau korporate besar dalam negri yang tidak pernah memberi akses keuntungan pada konsumen. Akses global untuk setiap orang yang memenuhi syarat sudah terbuka. Tentukan sekarang, apa yang kita mau. Lalu wujudkan.

5. 4001 strip 09 - Desember 12, 2007

aku g tau km veta apa wednes, aku cuma mau ngasih tau.
Kasihan bapakmu, jadi kaya orang suwung sekarang.

6. vetamandra - Desember 13, 2007

@4001-9: kalao pak-e sih udah dari dulu suwung, la kalo gak suwung gak mungkin bisa hebat dan keren seperti sekarang :). Kenapa harus kasihan? mas eh mbak eh dik eh pak eh bu eh om eh mbah (bingung manggilnya apa soalnya njenengan nggak jelas seh)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: