jump to navigation

Midhangetaken Juli 25, 2010

Posted by wednesmandra in Bogi banget, curahan ekspresi, musik, tulisan ra nggenah.
Tags: , , ,
trackback

Dulu waktu kecil suka sekali mendengarkan lagu lagu boy band luar negeri. Lagu anak anak masih sering diputar di televisi, penyanyi cilik menyanyikan lagu mereka sendiri, tentunya dengan irama dan nuansa yang pas untuk anak anak. Dengan lirik sederhana dan musik yang ceria 😀

Semalam bertemu saudara sepupu. Ya bukan sharing sih namanya, cuman ngobrol kere. Dulu kami pernah berbicara seputar musik musik dan musik. Dia lebih interested ke punk reggae dan yang berhubungan dengan garage, rockabilly. Tapi kini dia mulai angkat bicara seputar “apresiasi”. Kami mulai saling mengatakan kalau kami lebih mengapresiasi segala seni musik. Saudara saya lebih memilih menjadi pengamat komunitas, sudah tidak terlalu ambil pusing masalah genre untuk kuping. Juga sudah istirahat dari aktivitas bermusik seperti ngeband. Kalau saya masih ada untuk bereksperimen dalam musik. Ya ketertarikan saya di sini. Sebenarnya kalau mau dijelasin, ini mungkin respon atas muaknya saya dengan sistem atau masa lalu yang bicara tentang “pembenaran” sepihak saja. Argumen argumen basi yang mampir ke lubuk hari saya yang paling dalam, cieee. Menulis di twitter pun akan terluntur oleh derasnya timeline, so i choose to get out from that world.

Memang sih, umur itu kebanyakan mempengaruhi kita dalam memahai, menginterpretasikan, dan menghargai suatu karya. Mulai disadari dulu saya waktu awal SMA masih sering egois mendengarkan garage rock, punk, alternative dan menolak mendengarkan yang lebih keras dari itu (misal metal). Tetapi lama lama asik juga menjelajahi jenis jenis aliran musik, memang harus dipaksakan di awal kalau itu memang gak related sama apa yang kamu suka sebelumnya. Tetapi lama lama jadi enak untuk dinikmati 😀

Tidak hanya musik. Seni itu benar benar indah kalau memang mau dinikmati melalui jiwa yang terasah. cara mengasahnya? ya sering seringlah ke pameran dan aktivitas seni lain. Selain itu benar benar pikirkan hidup yang esensial. Asah kekritisan terhadap gejolak sosial di sekitar. Apakah respon kita atau tindak tanduk kita sanggup memberi warna yang indah tanpa menindas yang lain. Kadang berperilaku seni memang tidak harus memandang estetika di awal, tetapi malah jadi suatu hal yang bernilai sangat indah untuk digiring bersama kehidupan, ciieee. 😀

Sebenarnya menulis tulisan ini cuman mau berbagi perasaan kalau saya sekarang sudah mantab untuk menyukai Explosions In The Sky. Band post-rock dari amerika. Ternyata indah sekali, seperti Mono juga. Sudah lama mendengarkan sih, cuman sekarang terasa lebih mantab 😀

gambar album explosions in the sky dari google

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: